LAHAT,SL - Ekonomi dan keuangan syariah di Kabupaten Lahat resmi memasuki babak baru. Keberadaan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kabupaten Lahat bukan lagi sekadar pelengkap seremoni, melainkan motor penggerak nyata yang dituntut membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pengukuhan pengurus KDEKS Lahat digelar secara berbarengan dengan KDEKS Provinsi Sumatera Selatan serta 17 kabupaten/kota se-Sumsel oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, Jumat (2/10/2026). Acara berpusat di Aula Graha Bina Praja Sumsel dan diikuti jajaran Pemkab Lahat secara daring dari Opsroom Pemkab Lahat.
Dalam struktur kepengurusan, jajaran pemangku kebijakan Pemkab Lahat menduduki posisi strategis. Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, S.E., dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengarah, didampingi Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah. Sementara posisi Sekretaris diampu oleh Sekda Lahat, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si., dan Febriansyah, S.I.P., M.I.Kom., ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif KDEKS Kabupaten Lahat.
Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah memerlukan literasi dan sosialisasi yang masif hingga ke tingkat basis. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi kunci agar denyut ekonomi syariah tak berhenti di level provinsi.
"Jangan sekadar label syariah. KDEKS harus mampu mengubah potensi ekonomi syariah jadi aktivitas ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Herman Deru.
Menjawab tantangan tersebut, Bupati Lahat Bursah Zarnubi melalui Direktur Eksekutif KDEKS Lahat, Febriansyah, menyampaikan komitmennya untuk mengintegrasikan segenap potensi ekonomi daerah. Langkah ini ditujukan untuk melahirkan wirausaha baru, memperkuat daya saing UMKM, mempermudah akses pembiayaan, hingga menggenjot nilai tambah produk lokal.
“Kehadiran KDEKS diharapkan mampu menyatukan potensi ekonomi Lahat secara terintegrasi. Dengan begitu, kita bisa memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus menciptakan peluang-peluang ekonomi baru di tengah masyarakat,” ujar Febriansyah, Sabtu (3/10/2026).
Febriansyah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris HIPMI Syariah Sumatera Selatan, menambahkan bahwa ekonomi syariah memiliki spektrum yang sangat luas dan tidak terbatas pada sektor perbankan semata.
"Ekonomi syariah bukan hanya urusan lembaga keuangan. Jika dikelola secara serius, ekosistem ini bersentuhan langsung dengan petani, pedagang, pelaku UMKM, sektor pariwisata, lingkungan pesantren, hingga generasi muda yang tengah merintis usaha," jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, KDEKS hadir sebagai wadah kordinasi untuk menyusun, mengintegrasikan, dan mengawal implementasi program syariah. Namun, kesuksesan agenda ini membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga elemen masyarakat. (Red)

Posting Komentar