LAHAT,SL - Memasuki musim kemarau, Sungai Lematang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, kembali menjadi pusat aktivitas harian yang ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat. Sungai yang airnya menyusut dan lebih jernih saat kemarau ini dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga aktivitas seperti mencuci kendaraan roda empat langsung di pinggir sungai.
Suasana di lokasi ini semakin hidup dan menarik perhatian. Warga yang datang tampak tidak sungkan-sungkan menggelar tikar di atas bebatuan atau area tepian sungai, lalu menikmati santap bersama keluarga sambil merasakan kesejukan angin serta keindahan alam sekitar. Tempat ini pun bertransformasi menjadi ruang rekreasi terbuka yang meriah dan hangat di akhir pekan.
Bagi yang penasaran dengan lokasinya, tempat ini berada di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan. Rutenya cukup mudah diakses: setelah melewati Jembatan Lematang, belok ke kanan usai bertemu simpang empat, lalu ambil jalur menuju Desa Tanjung Payang.
Tak jauh dari sana, ketika menemui jalan bebatuan di sisi sebelah kanan, pengunjung bisa langsung masuk menyusuri jalan tersebut hingga tiba di tepian Sungai Lematang.
Sebelum masuk ke area lokasi, terdapat penjaga yang mengenakan tarif retribusi yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor. Biaya tersebut sama sekali tidak memberatkan para pengunjung, terutama karena setibanya di tujuan mereka langsung disuguhkan dengan kondisi lokasi yang bersih dan nyaman.
Vina, salah seorang warga Kota Lahat, mengungkapkan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat setempat, terutama saat musim kemarau tiba ketika suasana pinggir sungai sangat mendukung untuk bersantai bersama.
"Biasanya kalau musim kemarau seperti ini, warga ramai datang ke sini. Selain untuk mandi, cuci pakaian, sampai mencuci mobil, banyak juga yang sengaja menggelar tikar untuk makan bersama keluarga. Suasananya sejuk dan asyik buat rekreasi di akhir pekan," ujar Vina, Minggu (06/09/26).
Keunikan aktivitas di Sungai Lematang ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal warga dalam memanfaatkan alam, tetapi juga mempererat kebersamaan sosial dan kehangatan keluarga di tengah kesederhanaan masyarakat Kota Lahat. (Red)

Posting Komentar