Peringatan Wabup Lahat Diabaikan, Proyek Irigasi Rp2,8 Miliar di Tanjung Sakti Pumi Diduga Dicampur Batu Mangga dan Tanah!


LAHAT, SL - Peringatan keras Wakil Bupati Lahat tampaknya hanya dianggap angin lalu oleh pihak kontraktor. Proyek pembangunan jaringan irigasi di Air Manna, Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, yang menyedot dana APBD 2026 senilai Rp2,8 miliar, yang dikerjakan oleh CV.Pungkas Jaya Kontruksi, kini menuai sorotan publik akibat indikasi pengerjaan yang jauh dari standar mutu.

​Berdasarkan informasi, proyek vital yang diproyeksikan mengairi lahan persawahan untuk beberapa desa ini diduga menggunakan material semen dan pasir yang dicampur batu mangga serta tanah. Praktik ini memicu kemerahan warga setempat yang mendesak penegak hukum turun tangan.

​"Rp2,8 miliar itu uang tidak sedikit. Itu uang rakyat. Usut sampai ke permukaan siapa yang bermain dan siapa yang bertanggung jawab," kecam Arianto, warga Sindang Panjang.

​Arianto juga mendesak agar audit tidak hanya menyasar pihak kontraktor pelaksana, melainkan menyeret seluruh jejaring yang terlibat dalam pengawasan proyek.

"Kalau memang benar ada penyimpangan, jangan hanya kontraktornya yang disorot. Periksa juga pengawasan dan pihak-pihak yang berkaitan," tegasnya, Rabu (02/09/26).

Sementara itu, Kadin PUPR Lahat, Ir.Jeffran Azsyapputra,ST ketika dikonfirmasi menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat yang turut serta menjadi kontrol sosial dari pembangunan irigasi ini.

Untuk itu, Jeffran telah memerintahkan PPTK untuk melakukan pengecekan dilapangan terkait adanya indikasi temuan tersebut.

" Saya sudah perintahkan PPTK nya untuk mengecek kelapangan. Jika ditemukan indikasi pembangunan tidak sesuai mutu pekerjaan, kita minta pihak kontraktor untuk membongkarnya serta memperbaiki mutu pekerjaanya," tekan Jeffran.

​Seperti yang pernah diberitakan, pada Juli 2026 lalu, Wabup Lahat bersama anggota DPRD, pihak kecamatan, dan pemerintah desa telah melakukan sidak langsung ke lokasi proyek. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah secara khusus mewanti-wanti agar kualitas konstruksi mulai dari kerapian struktur, jarak spasi, hingga spesifikasi besi dipatuhi secara ketat sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

​Pada kesempatan itu, Widia Ningsih juga menekankan bahwa anggaran bersumber dari uang rakyat tersebut tidak boleh dihamburkan untuk hasil kerja yang "asal jadi" dan berumur pendek.

Namun, fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya ancaman kerugian negara kini berada di depan mata seiring dugaan penggunaan material abal-abal pada proyek strategis ini. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News