LAHAT,SL - Musim kemarau panjang yang tengah melanda Kabupaten Lahat mulai membawa ancaman nyata bagi ketersediaan air bersih warga. Urat nadi pasokan air bersih daerah, yakni Sungai Lematang, mengalami penyusutan debit yang cukup drastis dan membuat PDAM Tirta Lematang harus memutar otak.
Dampak paling kentara kini dirasakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 3 Karang Baru. Jika biasanya debit air baku yang masuk bisa mencapai sekitar 50 liter per detik, kini kondisinya merosot tajam hingga tersisa 20 liter per detik saja. Praktis, pasokan air yang tersedia kini kurang dari separuh dari kapasitas normal.
Kepala PDAM Tirta Lematang Lahat, Anda Wijaya, S.Kom., tidak menampik bahwa terjangan kemarau tahun ini terasa jauh lebih ekstrem.
Penurunan drastis ini otomatis berdampak langsung ke sejumlah wilayah pelayanan penting, mulai dari kawasan Bandaragung, Kapling, Blok C Ujung, Jalan Baru, Perumahan Tiara, hingga Perumahan Revari di Desa Ulak Lebar.
"Susut air Lematang tahun ini cukup luar biasa. Untuk di IPA 3, dari 50 liter per detik terjun bebas jadi sekitar 20 liter per detik," ungkap Anda Wijaya, Rabu (16/9/2026).
Meski pasokan air baku terpangkas parah, pihak PDAM memastikan jam pengaliran air ke pelanggan sejauh ini masih berjalan normal. Hanya saja, warga harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa tekanan air yang disalurkan tidak sederas hari-hari biasa.
Dengan asumsi cuaca panas ini terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda turun hujan, cadangan air baku diprediksi hanya mampu bertahan hingga sekitar dua bulan ke depan.
Sebagai langkah taktis menghadapi situasi kritis ini, pihak PDAM saat ini tengah berjibaku mencari jalur alternatif guna menjaga agar distribusi air ke rumah-rumah warga tetap terjaga. Kendati demikian, semakin kecil air yang masuk ke instalasi, tentu ruang gerak distribusi pun semakin terbatas.
Oleh karena itu, pihak PDAM mengimbau masyarakat agar mulai dari sekarang membiasakan diri berhemat dan menggunakan air secara bijak seperlunya saja. (Red)

Posting Komentar