LAHAT, SL- Proyek renovasi rumah dinas (rumdin) pimpinan DPRD Kabupaten Lahat menuai sorotan publik menyusul alokasi anggaran yang hampir menyentuh angka Rp1,5 miliar untuk satu unit bangunan milik Wakil Ketua I DPRD Lahat.
Menanggapi besarnya dana tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Widi, membeberkan rincian pengerjaan yang masuk dalam paket proyek renovasi tersebut.
Widi menjelaskan bahwa anggaran bernilai fantastis itu dialokasikan untuk membiayai empat item pengerjaan utama pada bangunan rumah dinas.
"Hampir menyentuh Rp1,5 miliar anggaran rehab rumah dinas Wakil Ketua I DPRD Lahat. Selain rehab peninggian dinding dapur sekaligus mengganti atapnya, dua item lainnya ialah mempercantik ruang dalam menggunakan HPL (High Pressure Laminate), badroop, dan tambahan filling cabinet," ungkap Widi saat dikonfirmasi, Senin (07/09/26).
Lebih lanjut, Widi merinci definisi serta fungsi dari material yang digunakan. Menurutnya, HPL adalah material pelapis permukaan kayu olahan seperti multipleks, MDF, atau blockboard yang terbuat dari resin dan kertas dekoratif bertekanan tinggi. Material ini dikenal tahan terhadap goresan, air, dan panas, serta tersedia dalam berbagai pilihan motif.
Sementara itu, badroop merupakan elemen konstruksi interior yang merujuk pada panel dinding dekoratif atau teknik pelapisan bagian bawah dinding. Fitur ini berfungsi untuk melindungi dinding dari benturan sekaligus mempercantik estetika ruangan agar terlihat lebih bertekstur lebih berkelas.
Sebelumnya, proyek rehabilitasi dua rumah dinas Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Lahat sempat menjadi sorotan publik lantaran total anggaran yang digelontorkan untuk kedua unit tersebut hampir mencapai Rp3 miliar. Besarnya alokasi dana untuk fasilitas mewah tersebut dinilai kontras dengan kondisi di lapangan, di mana masih banyak rumah warga kurang mampu yang tidak layak huni justru luput dari sentuhan dan perhatian pemerintah.
Kondisi kontras ini salah satunya terlihat pada rumah gubuk milik Nenek Kamisah (70), warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, yang perbaikannya justru harus mengandalkan uluran tangan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR). (Red)

Posting Komentar