LAHAT, SL – Pemandangan tak biasa terlihat di Simpang Kodim Lahat dalam dua pekan terakhir. Fasilitas umum (Fasum) berupa lampu lalu lintas atau traffic light di kawasan tersebut mengalami kerusakan total. Namun bukannya mengeluh, para pengendara justru mengaku senang dengan kondisi mati lampu merah tersebut.
Pantauan di lapangan, arus lalu lintas di persimpangan ini tetap mengalir meski tanpa arahan lampu sinyal. Para pengendara tampak bebas melintas tanpa harus terjebak antrean panjang yang biasanya terjadi di titik tersebut.
Kondisi ini dianggap menguntungkan bagi sebagian warga, terutama para orang tua yang sedang terburu-buru mengantarkan anak sekolah di pagi hari. Tanpa adanya lampu merah yang berfungsi, mereka bisa menghemat waktu perjalanan secara signifikan.
"Jujur saja, kami malah senang lampunya mati. Apalagi pagi-pagi saat mengejar jam masuk sekolah anak, tidak perlu lagi menunggu lama di persimpangan. Bisa langsung tancap gas," ujar salah satu pengendara motor yang melintas, Selasa (20/05/2026).
Senada dengan itu, beberapa pengendara roda dua lainnya menyebutkan bahwa berhenti di bawah terik matahari saat lampu merah menyala sering kali menjadi momen yang menyiksa. Dengan matinya lampu merah ini, mereka tidak perlu lagi merasakan panas menyengat saat menunggu lampu berganti hijau.
Bahkan, muncul celetukan unik dari para pengguna jalan. Banyak yang beranggapan bahwa fasilitas lampu merah di lokasi tersebut tidak perlu diperbaiki lagi dan lebih baik dibiarkan dalam keadaan mati selamanya.
"Lebih baik begini terus, tidak usah diperbaiki. Arus jalan malah terasa lebih lancar dan kami tidak perlu kepanasan berhenti lama-lama," tambah pengendara lain.
Meski memudahkan bagi yang sedang terburu-buru, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dari para pengguna jalan. Tanpa adanya pengatur lampu lalu lintas, potensi kecelakaan akibat saling serobot antar kendaraan tetap mengintai, terutama pada jam-jam sibuk. (Red)

Posting Komentar