LAHAT, SL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lahat melayangkan peringatan tegas kepada seluruh kepala sekolah penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) buku tulis tahun 2026. Disdik memperingatkan agar tidak ada praktik mark up harga maupun penurunan kualitas dalam pengadaan buku tulis untuk siswa.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, H. Niel Aldrien, SE, MAP melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. Baslini, M.Pd, menyikapi mulai cairnya dana bantuan bernilai fantastis mendekati Rp1,3 miliar tersebut.
"Kami menghimbau secara tegas kepada pihak sekolah agar memanfaatkan anggaran sesuai petunjuk dan ketentuan. Jangan sampai ada mark up harga maupun permainan kualitas," tegas Dr. Baslini, M.Pd, Rabu (14/10/26)
Dr. Baslini menekankan bahwa pihak dinas tidak akan tinggal diam dan bakal menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan serta monitoring secara berkala di lapangan selama proses pelaksanaan dan realisasi bantuan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bantuan berupa buku tulis yang diterima oleh sekitar 14 ribu siswa SD khususnya kelas 1 dan 2 dengan alokasi Rp92 ribu per siswa benar-benar berkualitas dan layak pakai.
"Buku tulis yang diberikan kepada siswa harus benar-benar layak. Kita tidak ingin mendengar ada keluhan, baik dari para siswa maupun orang tua murid terkait kualitas buku yang diterima," tambahnya.
Pernyataan resmi dari Disdikbud Lahat ini sekaligus menjawab kekhawatiran dan imbauan warga Kota Lahat yang sebelumnya meminta orang tua siswa aktif mengawal realisasi bantuan tersebut.
Dengan adanya komitmen pengawasan langsung dari Disdikbud, masyarakat berharap penyaluran dana Banpem senilai Rp1,3 miliar yang ditransfer bertahap ke rekening sekolah ini dapat berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran tanpa menyisakan masalah di kemudian hari. (Red)

Posting Komentar