LAHAT, SL - Kabar baik akhirnya menyapa para pahlawan olahraga Kabupaten Lahat. Setelah sempat diwarnai ketegangan dan ancaman aksi unjuk rasa, gelombang keresahan para atlet kini resmi mencair.
Rangkaian audiensi intensif dan penuh kekeluargaan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat akhirnya berbuah manis dengan dikantonginya titik terang pencairan bonus atlet Porprov dan Peparprov Sumsel 2025.
Ancaman turun ke jalan sebelumnya sempat mencuat akibat penantian panjang yang tak berujung. Para atlet, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten, khususnya dari kalangan disabilitas, sempat melayangkan peringatan keras karena hak atas keringat dan prestasi mereka belum dianggarkan pada APBD Induk 2026.
Keresahan ini wajar mengingat banyak peraih medali yang menggantungkan harapan hidup, biaya latihan, hingga kebutuhan sehari-hari dari bonus tersebut, mengingat status sebagian besar dari mereka adalah buruh harian lepas atau pelaku usaha mandiri.
Namun, ketegangan tersebut berhasil diredam melalui ruang dialog terbuka. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua NPCI Kabupaten Lahat sekaligus atlet anggar nasional, Muhammad Soleh, usai pertemuan strategis yang dihadiri oleh jajaran pejabat penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Kasat Intelkam Polres Lahat, Ketua KONI Lahat, serta perwakilan pengurus NPCI dan para atlet, Senin (27/10/26).
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam forum lintas sektor tersebut, pembayaran bonus para atlet dan atlet disabilitas akan segera direalisasikan melalui mekanisme pergeseran anggaran. Sementara itu, sisa kewajiban jika nantinya anggaran tidak mencukupi dipastikan langsung masuk dalam alokasi APBD Induk Tahun 2027.
Menanggapi komitmen nyata dan gerak cepat dari pemerintah daerah tersebut, Muhammad Soleh menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya yang mendalam. Ia menilai langkah solutif ini menunjukkan bentuk kepedulian yang tinggi dari Pemkab Lahat terhadap nasib para atlet yang telah berjuang dan mengharumkan nama kabupaten.
Dia sendiri memberikan apresiasi kepada Pemkab Lahat yang telah menunjukkan komitmen kuat dan respons cepat dalam mendengarkan aspirasi para atlet, sehingga potensi aksi massa berhasil dihindarkan lewat jalur musyawarah yang produktif.
Menurutnya, keputusan melalui pergeseran anggaran ini menjadi angin segar sekaligus solusi konkret yang sangat dinanti-nantikan oleh para peraih medali. Dengan adanya jaminan resmi ini, para atlet kini dapat kembali bernapas lega dan fokus menatap program latihan tanpa harus dibayangi keresahan berkepanjangan.
Perlu diketahui tingkat Peparprov tahun 2025 lalu, kontingen Lahat berhasil memboyong 226 medali (126 emas, 60 perak, dan 40 perunggu). Dari sekitar 130 atlet yang diberangkatkan, sebanyak 120 orang berhasil menyumbang medali. Berdasarkan kalkulasi standar bonus sebelumnya Rp20 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perungguntotal anggaran yang dibutuhkan khusus atlet disabilitas ditaksir mencapai Rp4,6 miliar. (Red)

Posting Komentar