LAHAT, SL — Kemarau panjang yang belakangan juga melanda Kabupaten Lahat akhirnya mendapat "obat rindu". Di tengah teriknya cuaca dan debu beterbangan, rintikan hujan tipis yang turun malam ini, Sabtu (19/09/26). sekitar pukul 19.40 WIB, membuat warga kota gembira.
Bukan sekadar gerimis biasa, kehadiran air dari langit ini dirasakan warga bagaikan oase di tengah padang pasir. Bagaimana tidak, sudah berbulan-bulan warga harus berjibaku dengan udara panas menyengat, debu jalanan, hingga ancaman krisis air bersih.
"Alhamdulillah, senang bukan main rasanya. Udara mendadak adem, debu-debu yang biasanya bikin sesak juga langsung hilang," ujar Dafri (45), salah seorang warga Kelurahan Bandar Jaya, Lahat, yang mengaku hanya mengandalkan sumber air dari sumur ini.
Pantauan di lapangan, sejumlah warga bahkan tampak sengaja keluar rumah sejenak hanya untuk menikmati udara sejuk yang seketika meredakan gerah. Anak-anak kecil pun terlihat ceria menyambut tetesan air yang jatuh, menikmati momen langka di puncak musim kemarau ini.
Meski hujan yang turun hanya sebatas rintik-rintik dan belum merata secara deras, kehadirannya sudah cukup membasahi permukaan bumi Lahat dan menyegarkan kembali tanaman-tanaman warga yang sempat layu kekeringan.
Warga kini berharap gerimis ringan ini menjadi pertanda baik bahwa musim kemarau panjang akan segera bergulir menuju musim penghujan, membawa kesuburan dan kesejukan bagi seluruh Tanah Lahat. (Red)

Posting Komentar