LAHAT,SL - Halaman SMP Negeri 3 Lahat mendadak senyap pada pagi yang terik itu. Ratusan pasang tangan menengadah ke langit, melangitkan doa yang sama memohon air dari Sang Pencipta. Di bawah naungan terik matahari, dewan guru dan ratusan siswa-siswi khusyuk menggelar salat Istisqa, salat sunnah memohon turunnya hujan.
Langkah spiritual ini diambil di tengah hantaman musim kemarau panjang yang kian meresahkan warga. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam gelar ibadah tersebut adalah H. Kiraman, S.Pd.I.
Lantunan ayat suci yang dibacakannya berpadu dengan angin kemarau yang berembus kering di antara barisan saf jemaah.
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Lahat, Andi Irawan, S.Pd., M.Pd, tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya atas cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini.
Menurutnya, inisiatif menggelar salat Istisqa bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk pendidikan karakter bagi para siswanya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan tatkala alam mulai menguji manusia.
"Kegiatan ini murni bentuk ikhtiar batiniah kita bersama. Kami ingin anak-anak belajar secara langsung bahwa dalam setiap persoalan besar, termasuk kekeringan dan ancaman krisis air ini, sandaran utama tetaplah kekuasaan Sang Maha Pencipta," ujar Andi Irawan di sela-sela kegiatan.
Ia berharap rintik hujan yang dinanti-nantikan segera turun membasahi bumi Lahat. Tidak hanya untuk meredakan sengatan panas dan asap yang kian pekat, tetapi juga memulihkan sumber-sumber penghidupan warga yang mulai menyusut. Di halaman sekolah itu, asa disematkan lewat doa-doa yang dipanjatkan serentak, berharap doa lekas dikabulkan. (Red)

Posting Komentar