Gubuk Nenek Kamisah Akhirnya Disulap, Rumah Layak Huni untuk Nenek Kamisah Mulai Dibangun Pertengahan Bulan Ini


LAHAT,SL - Asa yang lama dinanti oleh Kamisah (70) akhirnya segera terwujud nyata. Warga lansia asal Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, ini tak lama lagi bisa bernapas lega.

Gubuk reot berukuran 3x5 meter yang selama bertahun-tahun menjadi hunian hari tuanya akan mulai direhabilitasi pada pertengahan September 2026 ini melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Mustika Indah Permai (MIP).

​Kepastian jadwal pengerjaan ini disampaikan menyusul rampungnya proses verifikasi lapangan dan koordinasi lintas sektor antara pihak Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas PU Perkim dengan manajemen PT MIP.

​"Insyaallah, jika tidak ada halangan, pertengahan September ini alat dan material bangunan sudah mulai masuk ke lokasi untuk pengerjaan rehab rumahnya," ujar Kamisah beberapa waktu lalu.

​Langkah sigap korporasi batubara ini disambut hangat oleh warga sekitar. Selama ini, kondisi hunian Nenek Kamisah memang menjadi sorotan tajam karena dinilai jauh dari kata layak. Dinding kayu yang sudah lapuk dimakan usia, atap seng yang kerap bocor kala hujan, serta ketiadaan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) mandiri yang membuatnya harus menumpang ke tetangga kini bersiap tinggal kenangan.

​Dengan masuknya program renovasi total ini, gubuk darurat tersebut rencananya akan dibangun kembali menjadi rumah permanen yang lebih Sehat, Aman, dan Layak Huni (RSLH). Tidak hanya perbaikan struktur dinding dan atap, paket bantuan pembangunan ini juga diproyeksikan mencakup pembuatan sanitasi atau MCK pribadi agar Nenek Kamisah tidak lagi kesulitan mengakses fasilitas dasar di usia senjanya.

​​Realisasi rehab rumah ini sekaligus menjadi babak penutup dari polemik sosial yang sempat viral di tengah masyarakat Lahat beberapa waktu lalu. Isu kesenjangan antara megahnya alokasi anggaran publik seperti proyek renovasi fasilitas kota senilai ratusan juta rupiah dengan realitas kemiskinan ekstrem di tapak tambang, sempat memantik empati luas publik.

​Kini, komitmen nyata dari PT MIP bersama Dinas PU Perkim Lahat membuktikan bahwa suara-suara kecil dari sudut desa masih mendapatkan pendengaran.

Publik berharap langkah mulia ini tidak berhenti pada satu kasus saja, melainkan menjadi momentum bagi korporasi dan pemerintah daerah untuk lebih peka menyisir potret kemiskinan lain yang masih tersembunyi di balik kekayaan bumi "Seganti Setungguan".

​Bagi Nenek Kamisah, pertengahan September 2026 menandai lembaran baru dalam hidupnya. Di atas tanah kelahiran yang kaya raya, sisa usia senjanya kini bersiap dilewati di bawah naungan atap yang kokoh, aman, dan bermartabat. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News