Geram Lihat Fisik Irigasi Retak, Bursah Zarnubi Ancam Evaluasi Kontraktor


LAHAT, SL - Bupati Lahat Bursah Zarnubi, SE, didampingi Kadis PUPR Lahat, Ir.Jeffran Azsyapputra,ST dibuat geram ketika melakukan peninjauan mendadak terhadap proyek Rehabilitasi Irigasi Padang Benawa di Desa Mengkenang, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Senin (24/08/2026).

Menyusuri jalur air di lapangan, ia mendapati sejumlah cacat mutu pada fisik bangunan yang tengah dikerjakan.Langkah peninjauan ini sejatinya dilakukan untuk memantau progres pekerjaan secara langsung. 

Namun, alih-alih mendapati hasil yang memuaskan, Bursah justru menemukan retakan pada beberapa bagian dinding irigasi serta kualitas pengerjaan yang dinilai jauh dari standar harapan.

Mengingat irigasi ini memiliki fungsi vital sebagai penopang utama sektor pertanian masyarakat setempat, bupati langsung melayangkan teguran keras.

​Ia menegaskan kepada pihak pelaksana proyek agar tidak bermain-main dengan kualitas infrastruktur yang dibiayai dari anggaran daerah. 

Kontraktor diminta untuk tidak sekadar mengejar target penyelesaian, melainkan wajib memastikan setiap bagian bangunan memenuhi standar teknis demi ketahanan jangka panjang.

​“Saya melihat langsung kondisinya. Ada bagian yang retak dan ada pekerjaan yang masih belum sesuai. Saya minta ini diperbaiki dan dikerjakan sebaik mungkin. Jangan asal-asalan, karena ini menggunakan uang rakyat,” tegas Bursah di sela-sela peninjauannya.

​Melalui catatan kritis tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat berharap para rekanan pelaksana proyek lebih disiplin menjaga mutu konstruksi. Pengawasan ketat dipastikan akan terus dilakukan agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar berbuah infrastruktur yang kokoh dan bermanfaat optimal bagi kesejahteraan petani.

​Menanggapi teguran dan temuan Bupati Lahat di lokasi proyek, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra,ST, langsung mengambil langkah cepat dengan menyatakan keseriusannya untuk menindaklanjuti instruksi pimpinan.

​Jeffran menegaskan bahwa pihak Dinas PUPR akan segera memanggil pihak rekanan atau kontraktor pelaksana proyek Rehabilitasi Irigasi Padang Benawa tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban. 

Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi pengerjaan proyek fisik yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam kontrak.

​"Kami langsung merespons arahan Bapak Bupati. Hari ini juga kami instruksikan tim teknis dan pengawas lapangan untuk turun kembali mengecek secara mendetail bagian-bagian yang dikeluhkan. Kontraktor pelaksana akan segera kami panggil ke kantor untuk diberikan teguran tertulis sekaligus diwajibkan membongkar dan memperbaiki bagian bangunan yang retak atau tidak sesuai standar," ujar Jeffran.

​Ia juga menambahkan bahwa pihak Dinas PUPR akan memperketat pengawasan di seluruh proyek infrastruktur yang sedang berjalan di Kabupaten Lahat. 

Menurutnya, insiden ini menjadi bahan evaluasi penting agar para rekanan kontraktor lebih profesional dan menjaga komitmen mutu pekerjaan, mengingat fungsi irigasi tersebut sangat krusial bagi kelangsungan sektor pertanian masyarakat Mulak Ulu. (Red).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News