Antrean Truk Batu Bara Resahkan Warga Viral di Medsos, Kapolres Lahat Turun Tangan Luruskan Fakta Lapangan


LAHAT,SL - Jajaran Kepolisian Resor Lahat bergerak merespons rekaman video dan informasi yang beredar di media sosial terkait antrean panjang angkutan batu bara di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Video tersebut sempat memicu keresahan warga karena dikhawatirkan menyebabkan kemacetan serta dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

​Kepala Polres Lahat, AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pihaknya langsung menurunkan anggota untuk melakukan pengecekan mendalam di lapangan guna meluruskan informasi yang berkembang.

​"Kami tidak ingin informasi di media sosial, yang belum tentu kebenarannya, menjadi kesimpulan keliru di tengah masyarakat. Langkah verifikasi langsung adalah wujud kehadiran dan respons cepat kepolisian," ujar AKBP Novi Edyanto, Rabu (26/08/26).

​Berdasarkan hasil investigasi lapangan oleh Unit Reskrim Polsek Merapi Barat, antrean tersebut melibatkan 37 unit truk jungkit (dump truck) milik perusahaan transportir PT Mitra Maju Abadi (MMA).

Dari pemeriksaan langsung terhadap manajemen SPBU dan nota transaksi pembelian, dipastikan kendaraan-kendaraan tersebut mengisi bahan bakar jenis Dexlite, bukan BBM bersubsidi seperti yang diisukan.

​Kendati demikian, pihak kepolisian tetap memberi perhatian serius terhadap potensi gangguan lalu lintas akibat panjangnya antrean kendaraan berat tersebut. Satuan Lalu Lintas Polres Lahat diinstruksikan untuk terus memantau dan melakukan rekayasa mitigasi agar kelancaran pengguna jalan raya tetap terjaga.

​"Prinsipnya, kami ingin aktivitas dunia usaha berjalan tertib tanpa mengorbankan hak dan kenyamanan pengguna jalan lainnya. Jika di kemudian hari ditemukan pelanggaran hukum di lapangan, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.

​Mengakhiri keterangannya, Kapolres mengimbau masyarakat Kabupaten Lahat agar senantiasa bijak dalam menyikapi setiap informasi di ruang digital. Warga diminta untuk tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi kebenarannya.

​"Gunakan media sosial secara bijak. Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran di lapangan, laporkan langsung kepada kami agar dapat diverifikasi secara objektif demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama," pungkasnya.(Humas Polres Lahat)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News