LAHAT, SL.- Pemerintah Kabupaten Lahat mematangkan persiapan peluncuran pengelolaan Sumur Minyak Masyarakat. Rapat pemantapan yang digelar di Op Room Pemkab Lahat, Senin (24/7/2026), dipimpin oleh Bupati Lahat yang dalam hal ini diwakili oleh oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si.
Agenda strategis ini disiapkan untuk menyambut kunjungan kerja Gubernur dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan.
Fokus pembahasan meliputi kesiapan teknis, skenario acara, penentuan rute kunjungan, hingga pengamanan ketat di lokasi peresmian. Kehadiran dua pejabat tinggi provinsi tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam menata dan melegalkan aktivitas sumur minyak rakyat di daerah.
Dalam arahannya, Izromaita menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memfasilitasi program strategis nasional ini. Aspek regulasi, kepastian hukum, hingga standar keselamatan kerja menjadi prioritas utama agar kegiatan pengeboran tidak lagi berjalan di luar koridor hukum.
"Pengelolaan sumur minyak masyarakat harus dilakukan secara legal, aman, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat optimal bagi perekonomian daerah," ujar Izromaita di hadapan peserta rapat.
Sebagai kabupaten dengan inventarisasi sumur minyak masyarakat terbanyak di Sumatera Selatan yang mencatat angka hingga 3.118 sumur langkah penataan ini diyakini mampu mendatangkan multiplier effect. Optimalisasi tersebut diharapkan tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga setempat secara nyata.
Selain aspek teknis operasional, rapat yang dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri, serta perwakilan perusahaan migas ini juga mematangkan rencana Deklarasi Damai Sumur Minyak Masyarakat bersama Polda Sumsel.
Langkah persuasif ini diambil untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama program berjalan.(Red)

Posting Komentar