"Pasukan Elit 86" PWI Lahat Serbu Sampah Membandel di Pusat Kota Lahat


LAHAT – Jika biasanya jari-jemari anggota PWI Lahat sibuk menari di atas tuts keyboard atau handphone demi mengejar deadline berita, Rabu (1/7/2026) pemandangannya sedikit berbeda. Barisan pers ini mendadak beralih profesi menjadi "pasukan elit 86" kebersihan.

​Berbekal semangat membara dan sapu lidi di tangan, mereka turun ke jalan melakukan aksi sweeping sampah di titik-titik pusat Kota Lahat. Bukan sedang mencari berita sensasional, melainkan sedang "berburu" sampah yang berani-beraninya berserakan di fasilitas umum.

​Aksi bersih-bersih ini merupakan hasil kolaborasi PWI Lahat dengan tim dari PT Banjarsari Pribumi (BPI). Alih-alih rapat di ruangan ber-AC, mereka memilih "rapat" sambil memungut botol plastik dan puntung rokok di jalanan.

​Ketua PWI Lahat Endi Emin, S.Pd.I., melalui Sekjen Parman, S.Pd., berkelakar bahwa kegiatan ini adalah pembuktian bahwa wartawan tidak cuma jago mengkritik lewat tulisan, tapi juga jago mengkritik sampah dengan cara langsung membuangnya ke tempatnya.

​"Ini edukasi buat masyarakat. Kalau wartawan saja mau turun tangan membersihkan kota, masa warga tidak tergerak? Malu dong sama sampah kalau kita cuma bisa nonton," ujar Parman dengan mata berkaca - kaca

​Pihak PT BPI yang diwakili Manager Humas dan CSR, Tomi Sahara, S.Kom, juga tampak antusias. Tomi bahkan menyebut sinergi ini sebagai "koalisi sapu lidi".

​"Kami mendukung penuh kegiatan ini. Kalau insan pers dan dunia usaha sudah bersatu melawan sampah, saya yakin sampah-sampah di Lahat bakal merasa minder dan takut untuk nongol lagi di jalanan," kelakar Tomi saat memilah sampah.

​Aksi "gila-gilaan" para kuli tinta ini pun memancing perhatian warga yang melintas. Ada yang kaget melihat wartawan mendadak jadi petugas kebersihan, tapi tak sedikit pula yang memberikan jempol.

​Warga berharap aksi ini dilakukan rutin. Sebab, selain kota jadi bersih dan asri, pemandangan para "Pendekar" dan "Srikandi" pers yang sibuk menyapu jalanan adalah hiburan tersendiri bagi warga Lahat.

​"Pokoknya, kalau nanti kotanya sudah bersih kinclong, jangan heran kalau nanti ada wartawan yang lagi selfie di jalan sambil bilang: 'Tuh kan, kalau nggak ada sampah, jalanan kita seindah masa depan kita', pungkas Tomi sambil tertawa. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News