LAHAT, SL – Suasana reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kiki Subagio, di Kabupaten Lahat mendadak panas! Sosok yang dikenal vokal ini tak ragu "menguliti" bobroknya sistem pendidikan di lapangan.
Dalam kunjungan kerjanya, Kamis (09/07/26), Kiki Subagio yang memiliki rekam jejak politik panjang sejak 1999 ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam melihat masa depan anak bangsa di Lahat digantung oleh oknum sekolah.
Dengan nada tegas, Kiki mengecam keras sekolah-sekolah yang masih nekat menahan ijazah siswa. Ia menilai praktik ini adalah penghalang nyata bagi generasi muda yang ingin menggapai pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Praktik penahanan ijazah itu tidak dibenarkan! Ini jelas menghambat masa depan anak-anak kita," seru Kiki saat tampil dalam Podcast PWI Lahat.
Tak hanya soal ijazah, Kiki juga menyinggung fenomena Komite Sekolah yang dianggap sudah melenceng jauh dari rel. Menurutnya, citra komite saat ini sangat mengerikan; dianggap sebagai lembaga yang tak tersentuh dan penuh ketertutupan.
"Ada persepsi bahwa komite itu super body. Masyarakat merasa tabu dan takut. Padahal, Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 sudah mengatur jelas bahwa komite itu mitra, bukan untuk melakukan pungutan sewenang-wenang yang membebani orang tua murid!" cecar Kiki.
Di tengah "hujan" kritik terhadap dunia pendidikan, Kiki memberikan secercah harapan bagi kelompok lansia di Sumatera Selatan. Ia membocorkan rencana besar Pemprov Sumsel yang tengah menyiapkan program santunan khusus bagi para lansia yang diprediksi akan "meledak" mulai tahun 2027 mendatang.
Kiki berjanji akan mengawal program ini mati-matian agar uang rakyat benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, tanpa dipotong atau diselewengkan.
"Pendidikan harus transparan, kesejahteraan lansia adalah harga mati. Kita tidak akan biarkan ada lagi pihak yang bermain-main dengan kepentingan masyarakat," tutup Kiki. (Red)

Posting Komentar