LAHAT, SL - Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, tidak dapat menyembunyikan kemarahan dan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kafe remang-remang di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, Minggu (31/5/2026).
Sidak ini digelar menyusul tragedi pembunuhan yang terjadi di kawasan hiburan malam tersebut dua hari lalu. Bursah menyayangkan sikap aparat di tingkat desa dan kecamatan, serta aparat penegak hukum setempat yang terkesan menutup-nutupi insiden berdarah ini dari pemerintah kabupaten.
"Saya sangat marah dan kecewa. Bukan hanya karena tempat maksiat ini masih nekat beroperasi, tetapi kejadian sebesar pembunuhan ini tidak segera dilaporkan ke saya. Saya baru tahu hari ini. Seharusnya pemda langsung mendapat laporan agar bisa segera ditindaklanjuti," tegas Bursah dengan nada tinggi di lokasi kejadian.
Menurut Bursah, informasi fatal seperti kasus pembunuhan semestinya menjadi prioritas utama untuk dilaporkan ke pemerintah daerah demi menjaga stabilitas keamanan. Ia menegaskan agar kelalaian koordinasi seperti ini tidak boleh terulang kembali.
"Saya minta ke depan jangan ada lagi informasi penting yang terlambat sampai ke bupati. Kepala desa, camat, dan pihak terkait harus aktif melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas," ujarnya.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati dan rombongan menemukan sejumlah kafe remang-remang yang masih aktif beroperasi. Di lokasi, petugas masih menemukan fasilitas hiburan berupa sound system besar dan ratusan botol minuman keras (miras).
Temuan ini kian menyulut emosi Bupati. Pasalnya, Pemkab Lahat sudah lama mengeluarkan larangan beroperasi bagi tempat hiburan malam ilegal di wilayah tersebut.
"Sudah ada kesepakatan dan larangan tegas, tapi mereka masih menantang aturan. Ini tidak bisa dibiarkan lagi! Jangan sampai ada korban nyawa berikutnya akibat tempat-tempat seperti ini," cecar Bursah.
Tak main-main, Bursah langsung menginstruksikan instansi terkait—termasuk Satpol PP—untuk memeriksa seluruh legalitas operasional warung remang-remang di kawasan tersebut secara menyeluruh.
"Saya minta periksa semuanya! Cek surat tanahnya, izin usahanya, hingga pajaknya. Kalau melanggar aturan—dan jelas ini melanggar—tindak tegas dan tutup permanen. Jangan ada lagi tempat seperti ini yang merusak moral warga di Kabupaten Lahat," perintahnya secara langsung kepada jajaran dinas terkait.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Beringin Jaya membenarkan adanya peristiwa berdarah yang memicu kemarahan Bupati. Berdasarkan data yang dihimpun pihak desa, pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (29/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Lahat untuk mendapatkan pertolongan medis, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Namun, akibat luka yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu sore.
"Untuk motif pastinya kami belum tahu karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," kata Kades Beringin Jaya. Kades berdalih, pihak pemerintah desa sebenarnya sudah berulang kali melayangkan surat peringatan dan larangan beroperasi kepada para pemilik lapak. Namun, teguran tersebut selalu diabaikan oleh pengelola.
"Kami sudah berkali-kali mengingatkan secara lisan maupun tertulis. Masalahnya, tempat ini menggunakan rumah pribadi yang dialihfungsikan menjadi kafe remang-remang, dan mereka diam-diam tetap beroperasi," ungkap Kades membela diri.
Mengakhiri sidak, Bupati Bursah Zarnubi kembali memberikan peringatan keras kepada seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Lahat untuk memperketat pengawasan di wilayah masing-masing. Ia menegaskan keselamatan warga adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. (Red)

Posting Komentar