BANYUASIN, SL – Gelaran bergengsi karate bertajuk Arhanud Cup 2026 yang berlangsung di Kabupaten Banyuasin menjadi saksi lahirnya talenta baru dari Bumi Seganti Setungguan. Adalah M. Zidan Raffasyah, karateka muda binaan Dojo INKAI Polres Lahat, yang berhasil mencuri perhatian publik setelah sukses menyabet medali emas di ajang tersebut.
Perlu diketahui pada ajang sebelumnya, M Zidan juga berhasil menyabet emas di kejuaraan karate Bupati dan Wakil Bupati Lahat Cup dan Piala Pangdam II Sriwijaya pada tahun 2025 lalu.
Turnamen yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Selatan ini dua hari, mulai Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2/2026). Di tengah persaingan ketat, Zidan yang turun di kategori Festival Kumite menunjukkan performa yang di luar dugaan.
Meski baru mengenyam pendidikan karate selama satu tahun di bawah naungan INKAI Polres Lahat, bocah yang kini duduk di bangku Kelas IV SD IT Labaik Lahat ini tampil dengan ketenangan layaknya atlet senior.
Zidan menghadapi lawan tangguh yang memiliki pengalaman bertanding cukup lama. Namun, kombinasi teknik serangan dan pertahanan yang solid membuatnya unggul secara poin.
Sorak sorai penonton pecah saat juri mengangkat bendera kemenangan untuk Zidan. Kemenangan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa jam terbang tinggi adalah satu-satunya penentu kemenangan. Di tangan Zidan, disiplin dan kepatuhan pada instruksi pelatih menjadi kunci utama.
Prestasi gemilang ini disambut penuh rasa syukur dan bangga oleh keluarga besar SD IT Labaik Lahat serta jajaran Polres Lahat. Keberhasilan Zidan dinilai sebagai buah manis dari pola latihan keras yang ia jalani di Dojo INKAI Polres Lahat.
"Meskipun baru satu tahun berlatih, ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, siswa sekolah dasar pun bisa mengharumkan nama daerah di ajang bergengsi," ujar pelatih INKAI Polres Lahat, Bripka Zico.
Keberhasilan ini juga semakin mengukuhkan posisi INKAI Polres Lahat sebagai kawah candradimuka bagi atlet karate berbakat. Dengan dukungan instruktur profesional, dojo ini terbukti mampu melahirkan atlet-atlet bermental juara dalam waktu relatif singkat.
Kemenangan ini bukan sekadar tentang medali, melainkan tentang bukti nyata bahwa nyali dan kerja keras adalah modal utama seorang petarung. (Red)

Posting Komentar