Ingin Mandiri Pangan, Warga Lahat Curhat Susahnya Cari Bibit Ayam Petelur

       Foto ilustrasi

LAHAT, SL – Tren kemandirian pangan dan peluang bisnis mikro kini tengah merambah warga di Kota Lahat. Belakangan ini, masyarakat mulai melirik budidaya ayam petelur skala rumahan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian sekaligus menambah penghasilan keluarga.

​Namun, antusiasme warga ini harus terbentur kendala klasik yang cukup krusial. Keinginan warga untuk mulai memelihara ayam petelur terhambat oleh sulitnya mendapatkan bibit ayam (DOC/Day Old Chicken) di wilayah Lahat.


Salah seorang warga Kota Lahat, Samsul, mengatakan bahwa minat untuk beternak sebenarnya sangat tinggi, terutama karena harga telur di pasar yang fluktuatif.

​"Kami sebenarnya ingin sekali mencoba pelihara beberapa puluh ekor di belakang rumah untuk sekadar kebutuhan dapur dan dijual sedikit-sedikit. Tapi masalahnya, cari bibit ayam petelur di Lahat ini susahnya luar biasa. Hampir tidak ada toko ternak yang menyediakan stok siap pakai untuk skala kecil," ujarnya, Jumat (16/01/25).

Dia mengatakan, ​selama ini, para peminat ternak rumahan hanya bisa berangan - angan untuk bisa memiliki peternakan ayam petelur skala rumahan namun kurangnya akses terhadap bibit ini membuat potensi ekonomi kerakyatan di sektor peternakan menjadi terhambat.

"Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik itu distributor pakan ternak maupun instansi pemerintah, untuk mempermudah jalur distribusi bibit ayam petelur di Kabupaten Lahat," ungkapnya. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Smartwatchs