LAHAT, SL - Angin segar berhembus bagi warga Kabupaten Lahat yang masih tinggal di hunian memprihatinkan. Sebanyak 2.250 unit rumah dipastikan menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Perkim) Kabupaten Lahat, Beni Ramadona, merinci bahwa ribuan bantuan tersebut berasal dari dua sumber pendanaan utama.
Sebanyak 250 unit dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lahat, sementara sisanya sekitar 2.000 unit bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Untuk program perumahan RTLH tahun 2026, dari dana APBD sekitar 250 unit, sedangkan yang menggunakan dana APBN sekitar 2.000 unit. Jadi total ada sekitar 2.250 rumah yang akan menerima bantuan," ujar Beni, kepada wartawan Kamis (03/09/26).
Beni menjelaskan, progres pengerjaan di lapangan bervariasi karena melalui sejumlah tahapan administratif dan teknis. Alokasi dari APBD dilaporkan telah rampung, sementara proyek yang bersumber dari APBN saat ini masih berproses secara bertahap. Setiap unit rumah, baik dari sumber APBD maupun APBN, masing-masing menerima alokasi bantuan senilai Rp20 juta.
Program masif ini diharapkan mampu mengentaskan kawasan kumuh dan memberikan rasa aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun di balik euforia ribuan kuota bedah rumah tersebut, muncul catatan kritis dari masyarakat terkait akurasi data di lapangan.
Sorotan tajam tertuju pada kondisi gubuk reot milik Nenek Kamisah (70), seorang lansia, warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, yang justru luput dari pendataan resmi pemerintah.
Ironisnya, alih-alih tersentuh program pemerintah bernilai miliaran rupiah itu, perbaikan gubuk Nenek Kamisah justru harus mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang batu bara setempat.
"Kok bisa lewat ya pendataan gubuk Nenek Kamisah, bahkan rehab gubuknya akan dibangun melalui dana CSR perusahaan tambang batu bara," ungkap Pur, salah seorang warga Kota Lahat dengan nada tanya.(Red)

Posting Komentar