LAHAT,SL— Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lahat memberikan klarifikasi terkait kondisi ruang baca perpustakaan di SD Negeri 8 Pseksu (Muara Cawang) yang tidak dapat difungsikan selama tiga tahun terakhir akibat menjadi sarang kelelawar.
Disdikbud memastikan bahwa penanganan terhadap fasilitas sekolah tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran. Gedung perpustakaan yang belum tersentuh itu dijadwalkan kembali masuk dalam usulan anggaran induk tahun 2027.
Kadisbud Lahat melalui Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras) SD Juli Wahyuni,S.Pd,MM, menjelaskan bahwa sekolah tersebut sebenarnya baru saja mendapatkan alokasi dana rehabilitasi ruang kelas pada tahun lalu dengan nilai anggaran mencapai Rp530 juta.
Kendati demikian, belum semua bagian bangunan sekolah dapat diperbaiki secara bersamaan. Sisa bangunan yang belum tersentuh, termasuk ruang perpustakaan, terpaksa belum dapat dimasukkan ke dalam pengerjaan sebelumnya akibat adanya kebijakan pemangkasan anggaran.
"Selain faktor anggaran, penahapan pembangunan ini juga dilakukan demi prinsip pemerataan agar sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Lahat juga bisa mendapatkan bagian alokasi bantuan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan," terangnya, Senin (11/08/26).
Sebelumnya diberitakan, ruang perpustakaan SD Negeru 8 Pseksu terpaksa dikosongkan total lantaran ratusan hingga ribuan kelelawar bergelantungan di plafon.
Kondisi ini membuat lantai dan dinding kotor serta menimbulkan aroma tidak sedap, sehingga kegiatan literasi siswa terpaksa dialihkan sementara ke ruang UKS.
Dengan masuknya kembali fasilitas tersebut ke dalam daftar usulan dinas untuk tahun 2027, pihak sekolah beserta para orang tua siswa berharap pembenahan dan pembersihan gedung perpustakaan dapat segera terealisasi agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, bersih, dan nyaman. (Red)

Posting Komentar