LAHAT,SL - Seharusnya menjadi sarana utama menumbuhkan minat baca anak, ruang baca perpustakaan SD Negeri 8 Pseksu di Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, sudah tidak dapat digunakan selama tiga tahun terakhir akibat beralih fungsi menjadi habitat kelelawar.
Ratusan hingga ribuan kelelawar tampak bergelantungan di bagian plafon ruangan. Kotoran hewan tersebut juga mengotori lantai dan dinding, serta menimbulkan aroma yang kurang sedap di sekitar area sekolah.
Kepala SDN 8 Pseksu, Nur Hasansi, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat ruang baca terpaksa dikosongkan total demi kenyamanan bersama.
"Sudah tiga tahun ruang baca perpustakaan ini tidak bisa difungsikan karena dihuni oleh ribuan kelelawar," ujar Nur Hasansi, Sabtu (8/8/2026).
Ia menuturkan, situasi ini membuat para siswa kehilangan akses terhadap fasilitas belajar yang memadai. Kegiatan literasi sekolah pun harus dialihkan sementara ke ruang UKS.
"Selain kurang nyaman bagi proses belajar mengajar, kami juga mengkhawatirkan kesehatan anak-anak jika kondisi ini terus dibiarkan," tambahnya.
Nur Hasansi menyampaikan bahwa pihak sekolah telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengajukan usulan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas kepada instansi terkait, baik melalui proposal kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat maupun aspirasi kepada anggota dewan.
Kendati demikian, pihak sekolah berharap adanya perhatian lanjutan agar pembenahan gedung dapat segera direalisasikan.
"Kami sangat berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait agar gedung ini bisa segera dibersihkan dan diperbaiki. Anak-anak sangat membutuhkan fasilitas perpustakaan yang layak dan nyaman untuk mendukung kegiatan literasi mereka," harapnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh para orang tua siswa dan warga sekitar. Mereka mendesak agar ruang perpustakaan tersebut dapat segera mendapatkan penanganan, sehingga anak-anak di SDN 8 Pseksu bisa kembali menikmati fasilitas belajar yang bersih, sehat, dan memadai. (Red)

Posting Komentar