Korban Limbah Batu Bara Sungai Pait Kembali Meradang, Warga Sebut PTBA Sudah Injak-Injak Hak Korban Limbah Batu Bara!


LAHAT,SL -  Keresahan warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, yang terdampak limbah batu bara kembali memuncak. Janji manis yang dituangkan dalam surat Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam (PTBA) untuk menuntaskan persoalan dampak limbah batu bara di Sungai Pait tak kunjung menampakkan wujud nyata.

Memasuki bulan kedua sejak komitmen itu diteken, satu pun realisasi tidak kunjung dirasakan oleh masyarakat yang terdampak langsung.

​Mul, salah satu warga setempat yang menjadi corong aspirasi warga terdampak, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Menurutnya, persoalan bukan sekadar ganti rugi lahan yang berlarut-larut, melainkan juga pembangunan tembok penahan dinding Sungai Pait, air bersih dan mitigasi yang hingga kini masih menggantung tanpa kepastian jadwal pengerjaan.

​Di tengah ancaman abrasi dan sedimentasi limbah yang kian parah, ketidakpastian ini membuat warga merasa diabaikan oleh korporasi besar.

​"Kami sudah merasa diinjak-injak oleh PTBA,  Kami diam ini jangan dipikir kami tidak bisa mengambil tindakan spontan," terang Mul, dengan nada geram, Selasa (21/07/26).

​Ia menuding lambannya penanganan ini sebagai cerminan nyata dari kurangnya empati korporasi terhadap kelangsungan hidup masyarakat di lingkar tambang. Sungai Pait yang dulunya menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi momok yang mencemaskan.

​Menanggapi gelombang protes dan tudingan tersebut, Humas PTBA, Reco, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan normatif. Menurutnya, proses penyelesaian di internal perusahaan masih berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

​Kendati demikian, pihak perusahaan berdalih belum dapat mengonfirmasi jadwal pasti pembayaran maupun realisasi fisik di lapangan karena masih terkantung dalam proses administrasi dan penantian persetujuan internal.

"Apabila seluruh tahapan telah selesai, informasi resminya akan kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait. Terima kasih atas pengertiannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasinya Pak," ujar Reco melalui keterangan tertulisnya.(Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News