LAHAT,SL - Musim panen kopi di Kabupaten Lahat tahun ini, kembali bertepatan dengan datangnya tahun ajaran baru. Kondisi ini buat banyak petani di Kabupaten Lahat memilih memanen dan menjual hasil panennya lebih cepat, demi memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru anak-anak mereka.
Saat ini, harga green bean atau biji kopi pelangi di tingkat petani berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 57 ribu per kilogram. Sedangkan untuk biji kopi petik merah, diangka Rp 90 ribu-rp Rp 120 ribu perkilogram.
Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan bulan lalu yang sempat turun hingga sekitar Rp 45 ribu per kilogram untuk green bean. Namun, harga tersebut masih belum meningkat dibanding dua tahun lalu, yang tembus Rp 80 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraeni STTP MSi menyampaikan, kenaikan harga kopi di bulan Juni ini, jadi kabar baik bagi para petani. Meski demikian, tingginya harga belum tentu dapat dinikmati seluruh petani, karena sebagian besar hasil panen langsung dijual untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak.
"Sebagian wilayah ada yang sudah selesai panen, ada juga yang belum selesai. Panen kopi di Lahat memang tidak serentak, karena faktor cuaca ikut mempengaruhi waktu panen," sampai Vivi Anggraeni, Kamis (2/7/2026).
Sementara, Agus, salah seorang petani kopi Lahat mengaku, tidak punya banyak pilihan, selain segera menjual kopi setelah dipanen. Menurutnya, musim panen tahun ini bertepatan dengan tahun ajaran baru anak-anaknya. Sehingga kebutuhan biaya pendidikan, jadi prioritas utama.
"Biaya masuk sekolah, beli seragam, buku dan perlengkapan lainnya harus segera dipenuhi. Karena itu banyak petani langsung menjual kopi begitu dipanen, tidak disimpan dahulu," katanya.
Agus berharap, harga kopi tetap stabil dan tidak kembali merosot di bawah Rp 50 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut jadi batas minimal, agar petani masih mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga, sekaligus membiayai pendidikan anak.
"Bagi kami, harga di atas Rp 50 ribu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak. Mudah-mudahan jangan turun lagi," harapnya.(Red)

Posting Komentar