Asyik! PLN Lahat Ajak Warga Karang Anyar Bernostagia di Zaman Lampu Minyak


LAHAT, SL - ​Rabu (1/7/2026) malam, warga Karang Anyar,Kelurahan Bandar Agung, Lahat, kembali dipaksa bernostalgia ke zaman lampu minyak.

Tepat pukul 19.00 WIB, listrik di sebagian desa "pamit" secara tiba-tiba. Yang bikin warga makin darah tinggi, pemadamannya pun pilih kasih: tetangga sebelah terang-benderang, eh, rumah warga lain malah gelap total.

​Coy, salah satu warga, mengaku sudah khatam dengan pola "penyakit lama" ini. Baginya, trafo PLN di desa itu mungkin sudah butuh "reuni" atau diganti baru, bukan cuma sekadar dipoles-poles manja.

​"Enggak ada info apa pun, tiba-tiba mati. Ini kayaknya penyakit menahun. Masalahnya, yang padam cuma sebagian. Ini trafonya lagi milih-milih kasih sayang atau bagaimana?" keluh Coy sambil menahan gerah.

​Bagi warga, listrik mati bukan cuma soal gelap. Ada balita yang jadi rewel karena kepanasan, ada juga nasib kulkas yang nasibnya di ujung tanduk.

​"Kami khawatir alat elektronik cepat rusak. Belum lagi isi kulkas, kalau mati lampu terus-terusan, bahan makanan bisa berubah jadi eksperimen biologi—alias busuk," tambahnya dengan nada jengkel.

​Warga pun menitipkan pesan "cinta" buat pihak PLN: kalau memang alatnya sudah renta, ya digantilah. Jangan hanya ditambal sulam, karena yang jadi "korban" pada akhirnya selalu dompet dan kenyamanan warga.

​Menanggapi "curhatan" warga yang sudah mencapai ubun-ubun ini, pihak pelayanan gangguan PLN pun angkat bicara via WhatsApp. Bak pacar yang sedang minta maaf setelah lupa janji kencan, mereka memastikan tim sedang berjuang di lapangan.

​"Mohon maaf Bapak-Ibu atas ketidaknyamanannya. Tim sedang di lokasi memperbaiki kerusakan. Mudah-mudahan tidak lama lagi lampu akan hidup," tulis petugas tersebut.

​Yah, warga sekarang cuma bisa menunggu sambil memegang lilin atau senter, berharap "cinta" dari PLN kali ini bukan sekadar janji manis yang besok-besok bakal diulangi lagi. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News