LAHAT, SL – Harapan warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat untuk memulihkan kondisi lingkungan dan area yang terdampak di sekitar aliran Sungai Pait kini mulai menemui titik terang.
Warga memilih jalan dialogis yang elegan dengan melayangkan surat aspirasi resmi ke Komisi III DPRD Kabupaten Lahat.
Surat pengaduan tersebut diantarkan langsung oleh Kasi Kesejahteraan Desa Gunung Kembang, Dodi, yang mewakili Kepala Desa pada Selasa (09/06/2026).
Langkah ini menjadi simbol keteguhan warga yang ingin mengawal pemulihan lingkungan desa mereka hingga tuntas.
"Kehadiran kami di sini adalah untuk menitipkan asa. Kami sangat berharap para wakil rakyat di Komisi III dapat menjembatani dan mengawal persoalan ini dengan bijak, demi kelestarian lingkungan dan masa depan anak cucu kami di desa," tutur Dodi usai menyerahkan berkas.
Di tengah bergulirnya aspirasi ini, pihak manajemen PT Pama Persada Nusantara (PAMA) belum memberikan keterangan resmi terkait dinamika tuntutan warga di lapangan.
Namun, langkah konkret penanganan justru telah disiapkan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Melalui surat resmi nomor 097/T/11120/HM.03/VI/2026 yang ditandatangani oleh Public Relations & Corporate Administration Dept. Head PTBA, Sugandhi Syarif, pihak perusahaan berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti hasil tinjauan lapangan di Desa Gunung Kembang dan surat itu sendiri diterima langsung oleh Kades Gunung Kembang, Edi Suparno.
Dalam surat resmi tertanggal 8 Juni 2026 tersebut, PTBA memaparkan 5 poin komitmen strategis untuk warga:
Pembebasan Lahan: Aspirasi warga terkait pembebasan lahan saat ini sedang dalam proses internal perusahaan dan terus dikoordinasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Penanganan Longsor: Tim Perencanaan Sipil yang dikoordinasikan melalui fungsi CSR PTBA tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) beserta estimasi biaya penanganan area longsoran.
Kebutuhan Air Bersih: PTBA tengah menjalin komunikasi dengan tim ahli untuk menjadwalkan kajian geolistrik guna menentukan titik duga sumber air bersih yang memadai bagi masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat: Perusahaan sedang mengkaji alternatif program pemberdayaan, salah satunya adalah rencana budidaya burung puyuh dengan mempertimbangkan kesiapan warga.
Komunikasi Terbuka: PTBA menegaskan selalu terbuka untuk melakukan komunikasi dan koordinasi konstruktif bersama Pemerintah Desa maupun masyarakat.
Aspirasi yang dibawa oleh perangkat Desa Gunung Kembang ini langsung mendapat respons cepat dari para wakil rakyat. Ketua Komisi III DPRD Lahat, Eva Lili Susanti, menegaskan bahwa pihaknya siap bergerak cepat demi mengurai persoalan ini.
Sebagai langkah nyata, DPRD Lahat menjadwalkan agenda peninjauan langsung ke lapangan dalam waktu dekat demi melihat kondisi riil di sekitar Sungai Pait.
Tak hanya itu, forum dialog berupa Rapat Dengar Pendapat (RDP) juga akan segera digelar dengan mengundang manajemen perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, serta pihak-pihak terkait.
"Surat sudah kami terima dengan baik. Jelas, agenda kami berikutnya adalah meninjau langsung ke lapangan dan duduk bersama dalam Rapat Dengar Pendapat. Kita cari solusi terbaik bersama-sama demi lingkungan yang sehat dan keharmonisan masyarakat," pungkas Eva optimis. (Red)

Posting Komentar