Kejam! Mandor Kabur Bawa Duit, Buruh Asal Cicalengka Terlantar dan Nyaris Kelaparan di Jalinsum Lahat


LAHAT,SL  – Harapan mencari nafkah di Kabupaten Lahat justru berakhir dengan penderitaan bagi Yadi (42) dan Bayu (20). Kedua pria asal Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka itu mala terlantar, setelah mandor yang mempekerjakan mereka kabur saat hari pembayaran upah tiba.

Keduanya datang ke Lahat karena mendapat tawaran kerja, membuat akses jalan menuju perkebunan sawit di Desa Banyu Mas, Kecamatan Kikim Tengah. Selama dua pekan mereka bekerja, namun saat menunggu hasil jerih payahnya dibayarkan, mandor yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut justru menghilang tanpa jejak.

Tak memiliki uang dan bekal untuk pulang, keduanya akhirnya nekat berjalan tanpa tujuan menyisiri jalan lintas Sumatera di Kecamatan Kikim Tengah. Hingga akhirnya bertemu polisi baik hati. Melihat kondisi mereka, polisi tersebut membawa Yadi dan Bayu ke Dinas Sosial Kabupaten Lahat untuk mendapatkan bantuan.

Berdasarkan surat permohonan bantuan orang terlantar dari kepolisian, Dinas Sosial Kabupaten Lahat langsung bergerak memberikan bantuan, berupa makanan dan tiket perjalanan pulang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Mirza Azhari, didampingi Sekretaris, Budi Utama mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin membantu, meski keterbatasan anggaran masih jadi persoalan.

"Inilah yang bisa kami berikan. Mereka kami bantu tiket perjalanan pulang dan kebutuhan makan agar bisa kembali ke daerah asal," ujar Mirza, Rabu (3/6/2026).

Dibalik bantuan yang diberikan kepada Yadi dan Bayu, Mirza mengungkapkan fakta yang cukup memprihatinkan. Menurutnya, anggaran penanganan kasus sosial darurat, selama ini justru sering mengalami pemangkasan, padahal kebutuhan di lapangan terus bermunculan dan tidak bisa menunggu. Padahal pos anggaran respon kasus tersebut, bisa digunakan untuk membantu orang terlantar, menangani penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Selama ini anggaran yang kami ajukan malah sering dicoret. Padahal pos ini sangat penting, karena digunakan untuk merespons persoalan sosial yang muncul secara tiba-tiba dan harus segera ditangani," tegasnya.

Sementara, Plt Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Erfi Lianawati SPsi menerangkan, tiket yang diberikan kepada dua pria terdampar tersebut, berupa tiket travel menuju Provinsi Lampung. Setelah tiba di sana, proses pemulangan akan dilanjutkan secara estafet oleh Dinas Sosial setempat, hingga kedua pria tersebut sampai ke kampung halaman.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinsos Lampung. Walaupun tidak ada MoU, sesama Dinas Sosial kami saling membantu dan berkolaborasi menangani kasus-kasus sosial seperti ini," katanya.(Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
News

Smartwatchs

News