LAHAT,SL – Suasana di kawasan Bendungan Tepian Ayek Lematang tampak berbeda pada Rabu pagi (13/05/2026). Ratusan anak PAUD tampak ceria mengikuti gerakan Germajo Sulur (Gerakan Makan Bubur, Kacang Hijau, Susu, dan Telur) yang dipadukan dengan aksi Membaca Nyaring, sebuah inisiatif kolaboratif Pemerintah Kabupaten Lahat untuk memperkuat gizi dan literasi sejak dini.
Dalam sambutannya, Ir. Sri Meliyana Bursah menekankan bahwa kesehatan fisik dan kecerdasan intelektual adalah dua pilar yang tidak bisa dipisahkan. Melalui Germajo Sulur, Pemkab Lahat berkomitmen memberikan asupan gizi terbaik untuk mencegah stunting.
"Pemberian kacang hijau, susu, dan telur ini adalah langkah konkret kita menjaga tumbuh kembang anak agar sehat secara fisik. Namun, kita tidak berhenti di sana. Dengan metode Membaca Nyaring (Read Aloud), kita juga sedang menanamkan benih imajinasi dan kemampuan berbahasa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kritis," ungkap Sri Meliyana.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan guru, untuk menjadikan pemenuhan gizi serta budaya membaca sebagai prioritas di lingkungan keluarga.
Kegiatan berlangsung semarak. Keindahan alam Bendungan Tepian Ayek Lematang menjadi latar sempurna saat anak-anak PAUD dengan antusias menyantap makanan bergizi dan menyimak cerita yang dibacakan.
Turut hadir memberikan dukungan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lahat, Hj. Fidiyahwati Izromaita, Ketua GOW Kabupaten Lahat, serta jajaran Kepala OPD terkait lainnya.
Menutup rangkaian acara, Kadin Perpusip Lahat, H. Firdaus Kurniawan, mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung program Bunda PAUD melalui penyediaan akses bacaan yang menarik bagi anak-anak.
"Kami ingin perpustakaan bukan sekadar gudang buku, tapi menjadi ruang kreatif yang hidup. Melalui kegiatan seperti hari ini, kita ingin membuktikan bahwa belajar dan membaca bisa dilakukan dengan cara yang sangat menyenangkan, bahkan di ruang terbuka seperti ini," pungkasnya. (Red)

Posting Komentar