Tangis Petani Lahat: Kebun Karet Mati Terendam Limbah PT PAMA, Sungai Pait Ikut Tercemar, Warga Tuntut Ganti Rugi Mutlak, PTBA Janji Investigasi


LAHAT, SL– Kelestarian lingkungan di sekitar Sungai Pait, Desa Gunung Kembang, Merapi Timur, Lahat, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Limbah yang diduga berasal dari operasional PT PAMA—sub-kontraktor dari PT Bukit Asam (PTBA)—dilaporkan telah mencemari aliran sungai hingga merambah ke area perkebunan dan lahan milik warga setempat.

​Pencemaran ini tidak hanya mengubah kualitas air menjadi keruh tetapi juga membawa dampak fatal bagi sektor pertanian. Pantauan di lapangan menunjukkan material limbah cair dan sedimen pekat telah menggenangi lahan, memicu kerusakan ekosistem yang signifikan.

​​Darmansyah, salah satu pemilik kebun yang terdampak, mengungkapkan kekecewaannya atas musibah lingkungan ini. Ia mengaku mengalami kerugian materiil yang besar lantaran limbah tersebut mematikan komoditas utamanya.

​"Limbah ini sudah mengaliri kebun saya. Akibatnya, tanaman karet yang menjadi sumber penghasilan kami banyak yang mati karena terendam material tersebut," ujar Darmansyah dengan nada getir.

​Senada dengan Darmansyah, korban lainnya yakni Deni, menyatakan sikap tegas. Ia berencana menuntut pertanggungjawaban nyata dari pihak korporasi. "Kami akan meminta ganti rugi atas kerusakan lahan dan tanaman kami. Ini sudah sangat merugikan masyarakat," tegasnya.

​Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno, mendesak manajemen PT PAMA untuk segera turun tangan. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional mereka.

​"Kami meminta kepada pihak PT PAMA agar secepatnya menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan kelestarian lingkungan kami," ungkap Edi Suparno.

​​Menanggapi laporan tersebut, Humas PTBA, Reko, menyatakan bahwa pihak perusahaan akan segera melakukan langkah verifikasi di lapangan.

​"Hari ini kami dijadwalkan melakukan tinjauan ke lapangan, termasuk ke wilayah Sungai Pait. Kami akan melakukan pengecekan dan identifikasi untuk memastikan dari mana sumber dampak tersebut berasal," ujar Reko saat dikonfirmasi.

​Ia menambahkan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan segera setelah tim di lapangan memberikan laporan lengkap. Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkrit terkait pembersihan limbah serta proses mediasi ganti rugi lahan yang terdampak. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Smartwatchs