Berdasarkan pantauan di lapangan, pondasi bangunan sekolah tersebut nyaris longsor akibat tergerus aliran Sungai Lim. Tak hanya itu, plafon di sejumlah ruang belajar tampak rusak berat dan menggantung, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat ambruk.
Kepsek SD Negeri 8 Pulau Pinang, Kosidah, mengungkapkan bahwa fasilitas yang ada saat ini sangat jauh dari kata ideal. Sekolah yang memiliki 90 siswa ini hanya memiliki enam ruang belajar. Bahkan, ruang Tata Usaha (TU) dan ruang guru terpaksa harus bergabung menjadi satu di ruang kepala sekolah.
"Kondisi gedung ini sangat membutuhkan rehabilitasi total. Menurut penilaian saya, ini sifatnya mendesak. Jika terus dibiarkan, kami khawatir akan berdampak buruk pada keselamatan murid dan guru saat aktivitas belajar mengajar berlangsung," ujar Sabtu (18/04/26).
Kosidah saat ditemui di ruang kerjanya.
Meski terkendala fasilitas, Kosidah yang baru menjabat selama dua bulan ini menegaskan bahwa pihak sekolah bersama Komite siap mendukung penuh program Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat demi memajukan kualitas pendidikan di wilayah Pulau Pinang.
Di sisi lain, kondisi ini turut mendapat sorotan dari Praktisi Hukum asal Kota Lahat, Ramlan, S.H. Ia meminta Dinas Pendidikan segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung.
"Dinas Pendidikan Lahat perlu melakukan sidak agar mengetahui kondisi rill di lapangan. Saya berharap seluruh gedung SD di Kabupaten Lahat dapat tertata dengan baik, sejalan dengan semboyan BZ-WIN, yaitu Menata Kota Membangun Desa," tegas Ramlan. (Red)



Posting Komentar