Nama : Sarwinda
A. Latar Belakang
Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai. Implementasi Pancasila tidak hanya dilakukan dalam kehidupan bernegara, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, setiap warga negara perlu memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam tindakan nyata.
B. Deskripsi Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau prinsip. Pancasila berarti lima dasar yang menjadi landasan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Kelima sila tersebut saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Pancasila merupakan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertindak, baik dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan agar tercipta kehidupan yang damai, adil, rukun, dan harmonis.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengajarkan bahwa bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaannya serta wajib menghormati pemeluk agama lain.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua mengandung makna bahwa setiap manusia memiliki martabat, hak, dan kewajiban yang harus dihormati. Setiap orang harus saling menghargai, membantu, dan memperlakukan sesama secara adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan suku, agama, ras, bahasa, dan budaya tidak boleh menjadi penyebab perpecahan, melainkan menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengajarkan bahwa setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan kepentingan bersama.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengandung makna bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan yang adil dan memiliki kewajiban untuk menghormati hak orang lain serta memiliki kepedulian sosial.
C. Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
• Beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Disini dalam kepercayaan agama islam yang kita lakukan adalah menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi segala larangannya dengan berbuat baik didalam kehidupan kita dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang
• Menghormati orang lain yang berbeda agama.
Menghormati orang yang berbeda agama dengan tidak menganggu mereka dalam beribadah, tetap menghormati hari perayaan orang lain
• Tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain.
Disini saya selalu menghormati kepercayaan yang dipilih orang lain tanpa menggurui dan menjelekkan agama lain
• Menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
• Menolong orang yang membutuhkan.
Menolong sesama adalah tindakan yang wajib kita lakukan didalam keidupan kita
• Menghormati hak dan kewajiban orang lain.
Menghormati kewajiban dalam kehidupan yaitu monghormati kewajiban kita kepada suami kita dan anak anak kita
• Tidak melakukan kekerasan atau perundungan.
Kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi dan didalam rumah tangga kami tidak pernah terjadi kekerasan dalam rumah tangga
• Bersikap sopan dan menghargai sesama.
3. Sila Persatuan Indonesia
• Menjaga persatuan dan kesatuan.
Dalam kehidupan yang saya jalani perstuan dan kesatuan yang saya temui masi terasa erat dan kuat diantaranya ketika dalam acara perayaan kemerdekaan Indonesia. Kami selalu memperingati hari kemerdekaan setiap tahunnya jadi dalam kehidupan yang saya jalani kekompakan dalam menjaga persatuan dan kesatuan masih terjaga dengan baik.
• Menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya.
Didalam kehidupanjalani yang, saya banyak dikelilingi oleh suku dan budaya berbeda , ada suku jawa dan ada juga suku sumetera , tetapi didalam kehidupan kami, kami saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanda memandang perbedaan
• Mengikuti kegiatan gotong royong.
Kegiatan gotong royong sering dilakukan dialam kehidupan sehari- hari baik di tempat kerja seperti kebersihan lingkungan puskesmas dan kebersihan lingkungan didekat rumah sering saya lakukan biasanya kegiatan membersihkan ruangan tempat kerja dan setiap ruang saling membantu satu sama lain.
• Mengutamakan kepentingan bersama.
Disini kepemtingan bersama adalah satu hal yang paling penting, biasanya saya lebih banyak mengalah demi anak anak dan suami karena kepentingan bersama itu adalah hal yang terbaik didalam kehidupan
4. Sila Kerakyatan dan Musyawarah
• Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sering dilakuan musyawara seperti musyawara dalam mengambil keputusan dalam menentukan diamana anak ingin mengambil sekolah atau keputusan lain.
• Menghargai pendapat orang lain.
• Tidak memaksakan kehendak.
Ketika kita bermusyawarah apapun hasil yang didapat kita tidak memaksakan kehendak kita tetapi tetap menghargai hasil dari musyawarah yang didapat demi kepentingan bersama
• Menerima keputusan bersama dengan tanggung jawab.
Biasanya sikap ini saya lakukan ketika saya bekerja, karena banyak keputusan yang diambil oleh kepala puskesmas demi kebaikan bersama dan keputisan itu harus saya terima dengan tanggung jawab , misalnya saya di tugaskan oleh kepala puskesmas untuk menjadi penjawil didesa dan keputusan itu saya terima dengan tanggung jawab.
5. Sila Keadilan Sosial
• Bersikap adil kepada semua orang.
Disini bersikap adil adalah kewajiban kita sebagai orang tua. Saya tidak membeda bedakan antara anak yang satu dan anak yang lain saya selalu bersikap adil terhadap ketiga anak saya, bahkan anak saya yan berjenis kelami perempuan ada dua orang dan mereka selalu saya samakan dalam pakian , barang barang dan hal- hal yang lain. Kerena kedua anak saya ini jika tidak sama mereka selalu bertengkar.
• Membantu masyarakat yang membutuhkan.
Membantu msyarakat yang membutuhkan adalah kewajiban saya sebagai seorang bidan, misalnya ada seorang pasien yang berobat dan dia tidak ada uang disini saya tetap melayani pasien terdebut dengan senang hati tanpa harus mereka membayar biaya pengobatan
C. Deskripsi dan Implementasi Pancasila dalam Lingkungan Sekitar ( di desa Tanda raja Kec. Kikim Timur )
Lingkungan sekitar merupakan tempat seseorang berinteraksi dengan keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat. Penerapan Pancasila dalam lingkungan sekitar sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, damai, dan harmonis. Dan disini saya tinggal di desa tanda raja
1. Implementasi Sila Pertama dalam Lingkungan Sekitar
• Menghormati tetangga yang sedang beribadah.
Disini saya selalu membiasakan anak anak saya untuk tetap diam ketika berada ditempat ibada , tidak mengundang keributan ketika tetangga kite sedang beribadah.
• Menjaga kerukunan antarumat beragama.
Menjaga kerukunan antar umat beragama adalah kewajiban kita , misalnya dalam suatu cara di desa kami seperti pengajian ibu- ibu di masjid setiap hari jumaat , kami selalu kompak dan rukun dalam mejalankan pengajian al istiqomah
• Tidak mengganggu kegiatan keagamaan orang lain.
Didearah desa kami mayoritas beragama islam, tetapi kami selalu menghormati jika ada pendatang yag beragama lain didesa kami
2. Implementasi Sila Kedua dalam Lingkungan Sekitar
• Membantu tetangga yang mengalami kesulitan.
Saya pernah mendapatkan pengalaman dengan tetangga saya, dia pernah mengalami kesulitan yaitu ingin meminjam uang untuk biaya anaknya sekola, saya tetap membantu tetangga saya tersebut untuk meminjamkan uang kepada tetangga saya.
• Menghormati orang yang lebih tua.
Menghormati orang yang lebih tua adalah kewajiban kita, terutama kedua orang tua kita yang harus dan wajib kita hormati dengan tidak mengecewakan mereka, menyinggung perasaan mereka
• Bersikap ramah dan sopan kepada warga
Bersikap ramah adalah salah satu modal kita sebagai seorang bidan, maka daripada itu saya selalu tersenyum dan menegur warga yang saya temui ketika saya sedang didalam perjalanan
• Tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Dengan cara tidak membuat keributan dan keonaran didalam lingkungan sekitar kita, tidak membuang sampah sembarangan yang bisa merugikan orang lain
3. Implementasi Sila Ketiga dalam Lingkungan Sekitar
• Mengikuti gotong royong dan kerja bakti.
• Menjaga kerukunan antarwarga.
• Menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
4. Implementasi Sila Keempat dalam Lingkungan Sekitar
• Mengikuti musyawarah atau rapat warga.
• Menghargai pendapat masyarakat lain.
• Tidak memaksakan kehendak pribadi.
• Menyelesaikan masalah secara damai melalui musyawarah.
5. Implementasi Sila Kelima dalam Lingkungan Sekitar
• Bersikap adil kepada semua warga.
• Membantu warga yang kurang mampu.
• Berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
• Menjaga kebersihan dan fasilitas umum bersama.
D. Manfaat Penerapan Pancasila
• Menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.
• Memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.
• Menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.
• Meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong.
• Mewujudkan kehidupan yang adil dan harmonis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila merupakan dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi Pancasila dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, berlaku adil, dan bergotong royong.
Penerapan Pancasila dalam lingkungan sekitar juga sangat penting karena lingkungan merupakan tempat manusia melakukan interaksi sosial. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga dan masyarakat, akan tercipta lingkungan yang harmonis, aman, damai, dan penuh rasa persaudaraan.
B. Saran
Setiap warga negara diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Penerapan Pancasila sebaiknya dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat sehingga nilai-nilai luhur Pancasila dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Posting Komentar