LAHAT, SL - Suasana penuh keceriaan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 tampak di halaman SD Negeri 14 Lahat, Senin (13/7/2026). Para siswa baru disambut dengan hangat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mengusung tema penuh makna, "Selamat Datang di Rumah Keduaku".
Kegiatan ini dirancang untuk meminimalisir rasa cemas siswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru mereka masuki. Melalui tema tersebut, pihak sekolah ingin menanamkan rasa nyaman dan aman, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang layaknya berada di rumah sendiri.
Kepala Sekolah SD Negeri 14 Lahat, Retna Mutia Ratih, S.Pd,SD,M.Pd, menjelaskan bahwa filosofi "rumah kedua" dipilih untuk menghapus kesan kaku dalam proses transisi dari pendidikan usia dini ke pendidikan dasar. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang kolaborasi yang menyenangkan bagi siswa, guru, dan orang tua.
"Kami ingin setiap anak merasa diterima sepenuhnya sejak hari pertama. Konsep rumah kedua ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kami untuk memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang ramah, tempat di mana rasa ingin tahu mereka dihargai, dan tempat di mana karakter mereka dibentuk dengan kasih sayang," ujar Retna saat membuka kegiatan.
Lebih lanjut, Retna menekankan bahwa MPLS di SD Negeri 14 Lahat kali ini menitik beratkan pada pengenalan lingkungan fisik sekolah, interaksi sosial, serta pembiasaan karakter positif tanpa tekanan akademis yang berlebihan. Pihak sekolah mengedepankan pendekatan humanis agar para siswa dapat membangun fondasi kemandirian dan rasa percaya diri.
"Transisi dari TK ke SD adalah langkah besar bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami fokus pada pembangunan suasana yang inklusif. Kami mengajak siswa untuk mengenal teman sebaya dan guru dengan cara-cara yang menyenangkan, agar ke depannya mereka memiliki motivasi belajar yang tinggi karena merasa nyaman dengan ekosistem sekolahnya," tambahnya.
MPLS di SD Negeri 14 Lahat ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa, termasuk kegiatan pengenalan ruang kelas, fasilitas sekolah, serta sesi interaktif antara guru dan orang tua murid. Dengan suasana yang kondusif, sekolah berharap dapat menjadi wahana efektif bagi pembentukan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. (Red)

Posting Komentar