LAHAT,SL - Sebuah video viral menyoroti temuan di lapangan terkait program pengadaan bibit ikan dan pakan untuk tahun anggaran 2025 untuk Pokda Mbahangan, Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai,Lahat.
Dalam video tersebut, yang disampaikan Novran Marjani, dari Fraksi Gerindra DPRD Lahat, sedang menunjukkan kondisi gudang yang berisi tumpukan karung pakan ikan yang tidak terpakai, seraya mengungkapkan kekecewaannya.
Menurutnya, realisasi di lapangan jauh berbeda dengan laporan yang disampaikan Dinas Perikanan kepada Bupati dan DPRD. Pihak dinas melaporkan bahwa realisasi pemberian bibit ikan sebesar 500.000 ekor padahal hanya 260 ribu ekor.
Selain itu, pakan yang diterima kelompok tani tidak bermanfaat karena banyak yang tidak terpakai. Dari total 76 ton pakan yang didistribusikan, hanya 24 ton yang digunakan, sementara 52 ton sisanya masih menumpuk di gudang. Lebih parahnya, pakan tersebut diklaim telah kedaluwarsa, mengingat masa berlakunya hanya 8 bulan sejak produksi.
Selain masalah pakan, kelompok tani juga mengeluhkan kurangnya pendampingan dari Dinas Perikanan dan OPD terkait. Petani mengaku berjuang sendiri tanpa ilmu dan pelatihan yang memadai, sehingga berujung pada kerugian.
"Inilah namanya gagal total," ujar Novran dalam video tersebut, seraya menegaskan perlunya evaluasi terhadap kinerja OPD terkait agar program bantuan pemerintah benar-benar dapat menyejahterakan masyarakat, khususnya petani ikan.
Sementara itu, Kadis Perikanan Lahat, Maruli, S.STPi saat di konfirmasi belum memberikan klarifikasinya terkait dugaan gagalnya budidaya ikan tersebut (Red)

Posting Komentar