Host: Agustriawan (PWI Lahat)
Agustriawan: "Halo sobat PWI! Balik lagi di Podcast PWI Lahat. Hari ini kita bakal ngobrolin kasus yang sempat bikin gempar warga Merapi Timur. Masih ingat nggak, kejadian anak yang tega aniaya keluarganya sendiri? Nah, hari ini kita bakal kulik langsung dari sumbernya, orang yang ada di garda terdepan saat kejadian.
Sudah hadir di sini, Kapolsek Merapi, Iptu Chandra Kirana. Selamat datang, Pak Kapolsek!"
Iptu Chandra: "Halo, selamat siang Mas Agus dan seluruh pendengar setia PWI Lahat."
Agustriawan: "Pak, ini kan kasusnya sempat viral banget ya. Gimana sih awal mulanya? Kabarnya cepat banget responnya, itu gimana ceritanya, Pak?"
Iptu Chandra: "Betul, Mas. Jadi kuncinya ada di layanan 110. Begitu ada laporan masuk ke operator 110 soal keributan di Lebuay Bandung, sistem langsung gerak cepat. Laporan itu diteruskan ke kami di Polsek Merapi, dan tim langsung meluncur ke TKP. Ternyata di sana situasinya sudah cukup mencekam."
Agustriawan: "Wah, gila sih. Jadi emang bener ya, peran 110 itu se-vital itu? Boleh cerita sedikit, Pak, kondisi di lapangan pas petugas sampai?"
Iptu Chandra: "Jadi, pelaku ini namanya Uje. Dia diduga lagi di bawah pengaruh lem Aibon. Awalnya cuma gara-gara minta HP orang tuanya tapi ditolak, dia langsung emosi, lari ke dapur ambil senjata tajam, dan... ya, dia melukai ayah, ibu, nenek, sama adiknya sendiri. Pas tim kita sampai, berkat bantuan warga juga, pelaku akhirnya bisa kita amankan tanpa perlawanan berarti. Dan ternyata, dia ini residivis, Mas."
Agustriawan: "Residivis ya, Pak... pantesan nekat banget. Nah, buat warga di luar sana, ini pelajaran berharga banget ya. Pak Kapolsek, ada pesan buat masyarakat soal layanan 110 ini?"
Iptu Chandra: "Pesan saya, jangan ragu-ragu. Kalau ada tindak kriminal, KDRT, atau gangguan keamanan sekecil apa pun, langsung telepon 110. Gak usah takut, datanya langsung masuk ke kantor polisi terdekat. Kita juga punya akses lewat WA dan media sosial biar komunikasi makin lancar."
Agustriawan: "Bicara soal respon, tadi Ketua PWI kita, Pak Edhi Amin, sempat cerita ke saya. Beliau nyoba telepon 110, dan gila sih, nggak sampai 15 menit, tim reaksi cepat Polres Lahat langsung tiba di TKP. Itu bukti nyata kalau layanannya bukan cuma gimik ya, Pak?"
Iptu Chandra: "Bener banget, Mas. Itu bukti kalau kami serius. Selain itu, kita juga terus inovasi, dari pasang CCTV di titik rawan sampai mitigasi kemacetan yang sudah kita mulai sejak 2025 lalu. Intinya, kami pengen masyarakat Merapi merasa aman."
Agustriawan: "Keren, keren. Sinergi antara polisi dan warga memang kunci keamanan kita ya. Oke, Pak Kapolsek, terima kasih banyak sudah berbagi cerita yang mencerahkan ini. Semoga Merapi makin kondusif!"
Iptu Chandra: "Sama-sama, Mas Agus. Mari kita jaga keamanan bersama!"
Agustriawan: "Nah, itu dia sobat PWI! Jadi jangan simpan nomor 110 cuma buat iseng, tapi pakai pas butuh. Sampai jumpa di episode berikutnya!" (Red)



Posting Komentar