Dalam keterangannya, Widia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lahat telah merehabilitasi ratusan sekolah, yang mencakup lebih dari 300 Sekolah Dasar (SD) dan sekitar 70 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mengingat banyaknya jumlah sekolah yang harus ditangani, ia menilai Dinas Pendidikan mulai kewalahan dalam melakukan pengawasan.
"Saya akan melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah untuk mendata dan mengawal langsung infrastruktur mana yang perlu direhab. Mulai dari masalah plafon, WC, hingga lantai, seperti yang saya temukan di SMP 1 Kota Agung kemarin," tegas Widia, Rabu (29/04/26).
Widia menambahkan bahwa data hasil temuan di lapangan akan ia serahkan langsung kepada Bupati Lahat dan dikawal ketat prosesnya melalui Dinas Pendidikan. Langkah ini dilakukan agar seluruh kebutuhan infrastruktur pendidikan dapat terakomodir dalam anggaran tahun 2026 dan 2027.
"Saya ingin memastikan dalam masa jabatan kami, tidak ada lagi keluhan mengenai infrastruktur sekolah yang rusak. Kami akan lakukan percepatan," imbuhnya.
Guna memastikan objektivitas temuan, Widia berencana melakukan kunjungan secara mendadak tanpa jadwal yang kaku. Ia juga mengajak rekan-rekan media untuk turut serta mengawal perjalanannya dalam memantau kondisi pendidikan di pelosok Kabupaten Lahat mulai Senin mendatang. (Red)

Posting Komentar