Pulau Pinang Darurat Listrik : Pendidikan Lumpuh, Guru Menjerit, PLN Dipertanyakan! ​


LAHAT, SL – Kualitas dunia pendidikan di Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, kini tengah diuji. Bukan karena kurangnya fasilitas buku atau tenaga pengajar, melainkan akibat gangguan teknis yang terus berulang

​Kondisi ini dikeluhkan oleh para tenaga pendidik karena menghambat proses belajar mengajar (KBM) serta aktivitas administrasi sekolah.

​​Keluhan para guru bukan tanpa alasan. Listrik yang sering mati mendadak membuat penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti proyektor dan komputer, menjadi tidak maksimal.

​"Bagaimana mau memberikan materi secara optimal kalau listriknya mati terus. Bukan cuma saat mengajar, kalau ada rapat sekolah pun sering terganggu," ujar salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (28/04/26).

​Tak hanya soal materi pelajaran, kendala operasional juga merambah ke sistem absensi. Saat ini, mayoritas sekolah sudah menggunakan absen sidik jari (fingerprint) yang bergantung sepenuhnya pada daya listrik. Akibatnya, pendataan kehadiran guru dan staf sering kali terkendala dan tidak bisa dilakukan tepat waktu.

​Ketidakstabilan pasokan listrik ini nampaknya sudah mencapai titik yang sangat mengganggu. Salah satu guru di Kecamatan Pulau Pinang mengaku bahwa intensitas pemadaman hari ini sangat tinggi.

​"Hari ini saja sudah empat kali mati lampu. Bayangkan bagaimana kami bisa bekerja dengan tenang kalau sebentar-sebentar padam," keluhnya dengan nada kecewa.

​Senada dengan hal tersebut, guru-guru lain di wilayah yang sama juga menyuarakan keresahan serupa. Mereka berharap pihak terkait, terutama PLN, dapat segera mengevaluasi dan memperbaiki jaringan listrik di wilayah Kecamatan Pulau Pinang.

​Warga sekolah berharap ada solusi nyata agar hak anak didik untuk mendapatkan pendidikan yang lancar tidak terusik oleh persoalan "biarpet" yang sudah menahun ini. (Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Smartwatchs