LAHAT, SL - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Lahat, Niel Aldrin, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di wilayah Kikim Area pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini menyasar SMPN 1 Kikim Timur, SMPN 4 Kikim Timur, dan SMPN 1 Kikim Tengah guna memantau langsung pelaksanaan ujian serta kondisi fasilitas pendidikan.
Dalam kehadirannya, Niel Aldrin didampingi oleh jajaran pejabat Disdikbud Lahat secara lengkap, mulai dari Kabid SMP Heriyanto, Kabid PAUD-PNF H. Idham Kholik Ansory, Kabid Ketenagaan Jemi Darwin, hingga Kabid Kebudayaan H. Febriansyah.
Turut hadir pula Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Sri Hartati, serta staf teknis dari Bidang PAUD-PNF dan Bidang SMP. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masing-masing kepala sekolah, yakni Hasnatuti di SMPN 1 Kikim Timur, Syafiroyuna di SMPN 4 Kikim Timur, dan Linda Sukmawati di SMPN 1 Kikim Tengah.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Sri Hartati, menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah memantau Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) tingkat SMP yang digelar pada 20 hingga 24 April 2026. Sebelumnya, Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang yang sama telah selesai dilaksanakan pada periode 6 hingga 16 April 2026.
Di Kabupaten Lahat sendiri, saat ini terdapat 78 SMP yang terdiri dari 61 sekolah negeri dan 17 sekolah swasta yang seluruhnya menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain memantau jalannya ujian, Niel Aldrin memanfaatkan momen ini untuk meninjau langsung sarana prasarana sekolah yang mengalami kerusakan. Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Disdikbud dalam meningkatkan kualitas pendidikan sesuai arahan Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih.
Niel menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap jumlah ruang kelas, fasilitas sanitasi atau WC, dan sarana lainnya yang perlu segera diperbaiki.
Mengingat anggaran tahun 2026 sudah berjalan, pemetaan prioritas dilakukan agar pelaksanaan fisik perbaikan dapat dikebut pada tahun 2027. Niel menekankan bahwa perbaikan sekolah tidak hanya bertumpu pada APBD Lahat, melainkan juga mengoptimalkan dana APBN dan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK).
Salah satu sumber pendanaan yang akan dikejar adalah Dana Revitalisasi melalui program Bapak Presiden lewat Inpres Nomor 7 Tahun 2025 yang difokuskan pada perbaikan sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
Program revitalisasi tersebut menyasar kerusakan kategori berat dan sedang bagi sekolah yang proaktif serta transparan dalam melakukan pemutakhiran data di Dapodik. Sementara itu, untuk kategori kerusakan ringan, Niel menginstruksikan agar sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan Dana BOS.
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Lahat dapat meningkat secara signifikan demi kenyamanan belajar siswa. (Red)

Posting Komentar