LAHAT, SL – Malam minggu di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar ramah tamah biasa, pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Lahat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu malam (24/01/2026) menjadi titik awal langkah besar menuju transformasi data di "Bumi Seganti Setungguan".
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyambut langsung kehadiran Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, M.Si, beserta jajaran. Agenda utamanya? Memperkuat sinergi demi menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dan program primadona Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Dalam audiensi tersebut, Moh. Wahyu Yulianto menekankan betapa krusialnya SE2026. Sebagai hajat nasional 10 tahunan, sensus ini akan menjadi "kamera" yang memotret profil utuh ekonomi Indonesia, termasuk Kabupaten Lahat.
Cakupan Luas: Mendata seluruh unit usaha dan non-usaha (kecuali sektor pertanian).
Adaptif: Menjangkau tren masa kini, mulai dari geliat ekonomi digital hingga isu ekonomi lingkungan.
"Data ini akan menjadi kompas bagi kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran di tengah perubahan zaman yang serba cepat," jelas Wahyu.
Menanggapi hal tersebut, Bursah Zarnubi menegaskan bahwa Pemkab Lahat tidak akan setengah-setengah dalam memberikan dukungan. Baginya, data akurat adalah fondasi utama dalam membangun daerah.
"Kita ingin perencanaan pembangunan di Lahat berbasis data yang valid dan berkelanjutan. Program SE2026 dan Desa Cantik ini adalah peluang emas agar desa-desa kita lebih mandiri secara informasi," ujar Bursah dengan optimistis.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam diskusi hangat tersebut, Kepala BPS Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si. Kepala Bappeda Lahat, Feriyansyah Eka Putra, ST, MM, Kadin Kominfo, Statistik, dan Persandian, Eti Listina, SP, MM. (Red)

Posting Komentar